#1
Masih tetap pantaskah Indonesia dimaksud Negara berdasar pada hukum?. Demikian pula, masih tetap kah Indonesia dinyatakan Negara berdasar pada kedaulatan Rakyat?.

Dua pernyataan diatas yaitu prinsip prinsip yang memicu pembentukan Negara kesatuan Republik Indonesia. Indonesia sebenarnya tidak dibuat bedasarkan demokrasi Marxisme, Liberalisme serta sosialisme.

Didalam Histori praktik system kenegaraan Indonesia, Soekarno coba merekonstruksi system Demokrasi Indonesia berdasar pada Marxisme Sosialisme, harga hp oppo namun tidak berhasil bahkan juga nyaris membawa petaka perpecahan Bangsa Indonesia. Sedang Soeharto meletakan system Negara berdasar pada nilai nilai Pancasila dengan murni serta berkelanjutan sepanjang 32 th..

Pancasila itu yaitu idiologi anti Demokrasi yang dibuat berdasar pada Marxisme, Sosialisme serta Liberal. Marxisme, Sosialisme serta Liberal yaitu adalah tempat subur lahirnya demokrasi predator. Pancasila itu memiliki kandungan nilai nilai demokrasi yang sesuai sama kodrat manusia jadi mahluk sosial serta mahluk ber Ketuhanan.

Hingga Demokrasi yang diadakan dan dipraktekan dalam System Indonesia sekarang ini cepat atau lambat juga akan jadi predator pada nilai nilai kehidupan bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia juga akan jadi budak politik, dengan system demokrasi ini, juga akan membawa efek jelek untuk Bangsa Indonesia yakni jadi Bangsa yang kehilangan kelebihan ekonomi serta peluang nikmati hidup yang layak.

Setelah itu, kalau System demokrasi yang dibuat berdasar pada Marxisme, Sosialisme serta Liberal selain jadi predator akan mengaborsi nasionalisme Bangsa Indonesia. Ini dapat dirasa karena mengubah system demokrasi Pancasila jadi demokrasi Liberal, Marxisme serta Sosialisme.

Nasionalisme Bangsa Indonesia terpecah belah, ini dikarenakan aspek aspek ekonomi produktif dikuasai oleh segelintir kelompok spesifik berdasar pada Penonjolan Ras.

Lagi, kita jadi Bangsa yang berpradaban mesti sadar kalau Bangsa Indonesia tidak dapat dibuat lewat cara langkah demokrasi Marxisme, Sosialisme serta Liberalisme. Demokrasi begini yaitu A historis tidak cocok dengan cultur serta pradaban Bangsa Indonesia.

Memercayakan Demokrasi seperti yang tengah dipraktekan sekarang ini, Bangsa Indonesia akan tidak sempat rasakan keadilan serta kesejahteraan, Malah Bangsa Indonesia juga akan jadi budak politik, Bangsa Indonesia juga akan alami ketidak adilan politik, hukum, Ekonomi serta Sosial.

Bangsa Indonesia juga akan jadi korban predator Demokrasi Marxisme, Sosialisme serta Liberalisme. Demikian pula kalau Demokrasi Amandemen UUD2002 juga akan mengaborsi rasa Nasionalisme Bangsa Indonesia, hal semacam ini karena Demokrasi yang dibuat tidak cocok dengan ciri-khas serta Jati diri Bangsa Indonesia.

Demokrasi Indonesia yang dibuat atas pandangan pribadi tentang Pancasila, tentang Nasionalisme, Ras serta politik yaitu Demokrasi yang dibuat oleh kombinasi sentimen serta ide Capitalisme, Marxisme serta Sosialisme.

Kekuasaan apa pun yang di hasilkan dari system begini mempunyai ciri ciri : ketentuan yang di buat dengan opportunis dan di dikte oleh satu momen bukanlah rencana, Demikian pula design Pemerintahan yang seringkali kacau serta bertentangan.

Kembali ke nilai nilai system Pancasila, juga akan hasilkan teritori demokrasi yang sesuai sama pradaban Indonesia. Apa apabila Bangsa Indonesia tidak selekasnya kembali ke system nilai nilai Pancasila jadi basic system teritori politik serta teritori Demokrasi, jadi kekuasaan apa pun yang dibuat dalam satu Demokrasi yang tidak cocok dengan Konstruksi Konstitusi awal Negara Indonesia, jadi Demokrasi dan atribut kekuasaan yang dibuatnya juga akan jadikan bangsa Indonesia budak politik serta budak Ekonomi.

Demikian pula kalau Demokrasi Liberalisme serta Marxisme yang tidak cocok dengan nilai nilai Pancasila cuma juga akan Jadi Predator untuk Bangsa Indonesis, dan mengaborsi rasa Nasionalisme.
Reply

Forum Jump: