#1
[Image: 41_20160320064437.jpg]

Dalam dunia bisnis Indonesia saat ini mulai dikenal sebuah bisnis yang bernama bisnis Startup. Bisnis ini berkembang sekitar tahun 1998 – 2000.

Startup merupakan sebutan untuk sebuah perusahaan rintisan berbasis digital untuk mengatasi masalah di berbagai aspek kehidupan seperti transportasi, perdagangan,  dan sosial.
Project Consultant Deka Web and IT Solutions Akhmad Rifani, S.Kom, mengatakan, salah satu startup yang terkenal di bidang transporatsi adalah Go-jek yang secara nyata membantu para tukang ojek dalam mencari penumpang kemudian Traveloka yang memudahkan pengguna untuk mencari tiket penerbangan pesawat.
“Ada juga Startup rintisan yang kami kerjakan, yaitu NyamanBanar.com yang membantu user untuk memesan makanan dari outlet makanan favorit mereka,” ujarnya, baru-baru ini.

Ada berbagai alasan yang mendukung terciptanya ekosistem enterpreneurship startup digital di Indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin pesat dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah Startup.
“Kita bisa lihat data pertumbuhan pengguna internet yang semakin pesat di Indonesia, bahkan data 2015 tercatat 70 juta pengguna,” katanya.

Khusus di Kaltim, meskipun data pengguna lebih sedikit dibanding pulau Jawa dan Bali, tentu hal ini tidak menutup kesempatan untuk Startup rintisan Kaltim berkembang. Justru sebaliknya potensinya bisa lebih besar. karena persaingannya yang rendah.
Menurutnya, pelaku Startup di Kaltim sangat memerlukan adanya komunitas founder startup. Dengan adanya komunitas ini tentunya akan memudahkan para founder untuk saling sharing, membimbing bahkan membangun jejaring investor.

“Seperti di Bandung ada Bandung Digital Valley, kemudian Jogja dengan Jogja Digital Valley dan Station.org di Malang. Tentunya dukungan dari pemerintah juga akan sangat diperlukan guna mendukung perkembangan industri kreatif berbasis digital ini di Kaltim,” katanya.
Reply

Forum Jump: