#1
Ongkos Jemput Rp 5 Ribu, Tarif Antar Rp 3 Ribu per Kilometer

[Image: queen-jek-ojek-online-khusus-wanita-pert...-taman.jpg]


Hadir pertama kali di Bontang sebagai salah satu alternatif jasa berkendara, Queen Jek, ojek online perempuan yang digeluti Yuliani Thamrin mulai digemari masyarakat khususnya  kaum hawa.
VERI SAKAL,BONTANG
 
Kehadiran Queen Jek, terbilang sangat unik, karena driver Queen Jek yang baru berjumlah dua orang ini adalah seorang wanita, dan penumpangnya pun dikhususkan bagi  wanita.
Hadirnya usaha yang cukup menggunakan aplikasi smartphone untuk menggunakan jasanya ini, seperti Blackberry Massanger (BBM), WhatsApp, Facebook, mampu menjadi sebuah solusi bagi para wanita, yang menginginkan ojek praktis, aman, dan nyaman. Adapun jam operasional ojek online ini, yakni 06.00-19.00 Wita.
Penggagas Queen Jek, Yuliani Thamrin (25) mengatakan, awal munculnya usaha ini karena melihat teman dari sang kakak yang bekerja sebagai tukang ojek pangkalan mengantar penumpang dari Lhoktuan ke Tanjung laut, dan hasilnya ternyata lumayan. Sehingga tercetus di dalam benaknya untuk mencoba usaha tersebut.
“Usaha ini saya mulai tepat akhir Juli lalu, sekira tanggal 30. Karena cukup menjanjikan, sekali ngantar saja sudah cukup lumayan dapatnya. Seperti teman kakak saya dari Lhoktuan saja ke Tanjung Laut bisa dapat Rp 50 ribu sekali ngantar, tertariklah saya mencoba usaha ini,” ujarnya, Jumat (19/8) kemarin.

Yuli menjelaskan, nama Queen Jek sendiri didapatkan dari sering membuka aplikasi di google. Dari situ ia menyukai beberapa nama, seperti Lady Jek, Women Jek, Queen Jek  dan Female Jek. Namun ia tertarik ingin memberi nama lady Jek, karena  sudah ada yang patenkan di daerah Pulau Jawa akhirnya nama tersebut tidak jadi ia gunakan. Akhirnya ia meminta pendapat dari sahabatnya, ternyata  banyak yang memilih nama Queen Jek dengan alasan mudah diingat.
“Bukan hanya sahabat-sahabat saya yang mendukung usaha saya sekarang ini, suami saya pun juga sangat mendukung usaha ini,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk tarif yang digunakan saat ini, biaya jemput sebesar Rp 5 ribu, dan tarif antarnya Rp 3 ribu per Kilometer.  Jadi kadang sehari bisa mendapatkan lima penumpang, bila dinominalkan sebesar Rp 60 ribu. Kemudian ia mempunyai langganan penumpang dua orang, dibayarnya pun per Minggu karena bila per bulan ia keluhkan terlalu lama karena melihat biaya bensin, dan ongkos service motor.
Queen Jek baru beranggotakan dua orang saja. Itupun  yang  satu masih belum terlalu aktif karena masih bekerja sebagai kontraktor, namun tidak jarang  juga mendapat orderan ketika waktu ia beristirahat ketika bekerja.
“Sudah banyak yang menawari saya untuk membuat usaha ini lebih berkembang. Saya pun memiliki rencana, nantinya di setiap lokasi wilayah ada anggota Queen Jek. Bila ada orderan  dari wilayah tersebut, driver Queen Jek yang berlokasi di wilayah itulah yang nantinya akan mengantar. Untuk keuntungan atau pembayarannya, tentunya dengan sistem bagi hasil, karena saya yang akan koordinir,” tukasnya.

Sumber
Reply

Forum Jump: