#1
BALIKPAPAN -  Bagi kolektor pada umumnya, mengoleksi benda tidak hanya merupakan kegiatan mengumpulkan benda tersebut secara fisik tapi juga secara nilai, termasuk dalam hal ini adalah nilai sejarah yang terkadang dalam benda yang dikoleksi.
 
Hal ini berlaku juga untuk Inggrid Assa Runtuwene warga Perumahan Wika Kelurahan Gunung Samarinda Baru Kecamatan Balikpapan Utara. Di antara sekian banyak keramik yang dimiliki perempuan kelahiran Manado, Sulawesi Utara  tahun 1951 ini ada yang berumur ratusan tahun.
 
“Keramik ini ada yang sudah tua ratusan tahun dan memang saya suka barang antik, dan ini merupakan hobi saya yang suka barang antik jadi setiap ada kesempatan dan uangnya cukup saya selalu membelinya,” ujar Inggrid saat ditemui di kediamannya perumahan Wika, Selasa (17/3) kemarin.
 
Mengoleksi barang antik ternyata bukan sekadar hobi, karena bagi Inggrid, mengoleksi barang-barang antik atau kuno memiliki banyak alasan. Selain nilai historis atau sejarahnya yang tinggi, barang antik juga dapat menjadi investasi walaupun hingga saat ini dirinya belum kepikiran untuk menjual barang antic tersebut.
 
Wanita berusia 64 tahun ini  gemar mengoleksi barang antik berupa keramik kuno dari berbagai Dinasti China, di antaranya kemarik dari jaman Dinasti Song, Yuan dan Ming. Hal ini seperti bisa dilihat di rumahnya. Keramik-keramik antik tersebut tertata rapi pada lemari kaca, barisan keramik antik dengan berbagai ukuran.
 
“Bukan hanya di Cina ada beberapa keramik yang saya beli di Thailand, Belanda, Birma, Maroko,  dengan harga bervariasi dari Rp 2 juta hingga Rp 50 juta,” imbuhnya.
 
Keramik tersebut dibelinya ketika dirinya mendampingi suami dinas luar negeri, namun ada yang dibelinya sendiri ketika dia liburan.
 
Inggrid  mengumpulkan kemarik koleksinya selama lebih dari 20 tahun, kini telah terkumpul  kurang lebih 600 item keramik berbagai bentuk dan ukuran seperti piring, guci, vas dan patung, lilin, cangkir dan catur dan berbagai barang lainnya seperti kerangjang Cina.
 
“Sebenarnya dulu  saya jual beli barang antik dari Cina seperti kursi dan lainnnya, tetapi sekarang sudah tua jadi tidak bisa lagi bolak-balik keluar negeri mengurusnya,” imbuhnya.
 
Meskipun banyak yang menawarnya dengan harga selangit, namun Inggrid  tidak menjualnya, menurutnya nilai historis dari benda kuno tak bisa ternilai harganya. Baginya, ada kepuasan batin yang tak bisa di ukur dengan sejumlah uang.
Reply

Forum Jump: