#1
[Image: cynthia-pua_20160602_184547.jpg]

Pilihan membela daerah lain di ajang olahraga terbesar nasional rupanya bukan hal mudah.
Setidaknya polemik itu yang dialami salah satu atlet Anggar Kaltim, Chyntia Pua.
Chyntia bukanlah atlet asli Kaltim, melainkan asal Manado, Sulawesi Utara.
Ia tercatat pernah membela Sulawesi Utara pada PON 2012 Riau. Saat itu Chyntia sukses menyabet medali perak. Empat tahun berselang Chintya kembali di ajang olahraga nasional 4 tahunan itu. Namun kali ini peluh dan perjuangannya dipersembahkan untuk Kaltim.

Tawaran bergabung dengan Kaltim didapatkan dua tahun silam. Namun ia harus berpikir matang‑matang lantaran baru kali ini ia membela tim yang bukan daerah asalnya.
"Waktu tawaran itu sempat mikir‑mikir dulu. Maksudnya saya ingin profesional. Karena tantangan membela tim yang bukan daerah sendiri itu lebih berat rasanya," ungkap atlet kelahiran 29 November 1991 itu.
Setelah berpikir matang, Chyntia memilih ikut tim Anggar Kaltim dan rela meninggalkan Manado. Alasan Chyntia memilih Kaltim lantaran terkesan lebih serius membina atlet Anggar ketimbang Sulawesi Utara.
Setidaknya hal itu tercermin dari persiapan Kaltim yang sudah bergulir 6 bulan sebelum PON. Sedangkan menurutnya Sulawesi Utara baru melakukan persiapan tiga bulan jelang PON dimulai.
"Persiapan lebih matang di Kaltim. Salah satunya tryout. Secara nonteknis Kaltim lebih siap. Karena bisa menyiapkan sejak beberapa tahun lalu," katanya.

Kendati berasal dari luar Kaltim, Chyntia tidak mendapatkan perlakuan istimewa. Bahkan uang saku yang diterimanya sama dengan atlet lain, sekitar 3,8 juta per bulan.
Apalagi selama ini ia lebih sering berada di Jakarta mengikuti Pelatnas.
Kaltim bukanlah daerah baru yang dikenalnya, lantaran Chyntia pernah ikut beberapa kompetisi yang diadakan di Kaltim.

Ia merasa dapat banyak pengalaman selama di bergabung di tim Kaltim. Apalagi pengalaman itu yang tidak pernah dirasakannya saat masih membela Sulawesi Utara.
Reply

Forum Jump: