#1
Kaltim Fair adalah gelaran pameran pembangunan yang selalu diadakan setiap tahun di Samarinda oleh Pemprov Kaltim dan pihak Event Organizer. Kaltim Fair adalah sebuah pagelaran yang dianggap paling besar dan megah di Samarinda, setiap tahunnya selalu berhasil menarik perhatian masyarakat. Tak berbeda dengan gelaran Kaltim Fair tahun ini. Kaltim Fair 2016 digelar di Convention Hall Samarinda, sebuah gedung yang baru selesai dibangun akhir tahun lalu dan kini diniatkan menjadi pusat kegiatan bertaraf Internasional di Samarinda. Nah, kamu akan banyak mendengar tentang kebaikan dan kebagusan event ini di media lain, itu wajar, karena secara garis besar Kaltim Fair 2016 memang terbilang sukses dan ramai, namun di UNDAS.CO kami memilih untuk menjadi kritikus. Tidak sembarang kritik, yang kami analisa adalah hal-hal yang fundamental dan harusnya dapat diterima dengan lapang dada sembari menjadi bahan introspeksi pihak penyelenggara. Kami memposisikan diri seperti ini karena banyaknya kritik yang berasal dari masyarakat umum (Via grup Facebook paling populer di Samarinda: Bubuhan Samarinda) yang tampaknya tidak akan dimuat di media mainstream. Kami adalah media aternatif jadi posisi kami bisa lebih tegas dalam menyikapi dan mengolah kritik-kritik masyarakat tersebut menjadi artikel ini, dan memang kritik konstruktif dari kami semata-mata ditujukan agar penyelenggaraan Event kebanggaan provinsi Kalimantan Timur ini bisa berjalan lebih baik lagi di masa mendatang
Minim Informasi
Tahun 2016 kita sudah memasuki masa dimana semua orang bisa dengan mudah mengakses internet lewat perangkat Gawainya. Seluruh orang di seluruh dunia bisa mencari tahu apapun yang ia ingin tahu cukup dengan mengakses Google. menjadi ironis ketika kita mencoba mencari informasi soal Kaltim Fair di Google, kita tidak akan menemukan sebentuk situs resmi Kaltim Fair di Internet. Website resmi dari sebuah event (apalagi event sebesar KF) adalah hal yang sangat lumrah sekaligus esensial. Lewat situs resmi pihak penyelenggara bisa dengan mudah menampilkan berbagai informasi terkait eventnya. Jadwal acara yang seabreg pun bisa dengan mudah diketahui dari laman situs resmi. Sangat disayangkan jika Kaltim Fair merasa bahwa mereka tidak membutuhkan situs resmi sebagai pusat informasi, apalagi Kaltim Fair diniatkan menjadi acara bertaraf internasional yang bertujuan untuk mengundang investasi dari luar untuk masuk ke dalam provinsi Kaltim. bagaimana seseorang di Hongkong misalnya ingin mengetahui tentang Kaltim Fair jika situsnya pun tidak ada? dibutuhkan situs yang representatif dengan tampilan visual yang menarik dan dile gkapi dengan bahasa inggris agar info soal event ini bisa mendunia. Apakah laman media sosial saja cukup representatif? tidak, hanya sebuah situs yang proper yang bisa dengan maksimal menampilkan informasi sebuah event besar
Too Sparse
[Image: 20160409_164101.jpg?resize=1024%2C576]Jarak dari Lapangan parkir ke Covention Hall lumayan juga
Karena memakai area Parkir GOR Sempaja dan Convention Hall sekaligus, Kaltim Fair 2016 terasa terlalu luas dan terlalu tersebar. idenya untuk memanfaatkan semua spasi yang tersedia cukup terpuji, namun hal ini cukup melelahkan buat para pengunjung yang ingin menikmati semua yang tersaji. bukan hanya terlalu luas, layout penempatan para tenant dan pameran pun tampak agak berantakan dan kurang dipikirkan dengan baik. di area pameran pun tidak semuanya murni pameran tapi ada juga tenant yang berjualan. Tempat parkir dan gerbang masuk pun ada banyak, membuat bingung pengunjung yang baru pertama kali datang. Area yang luas membuat pihak panitia memaksakan untuk menutup pintu masuk jadi sebatas pintu masuk saja, tidak bisa dipakai keluar, agar pengunjung memutar lebih jauh dan melihat tenant-tenant lain yang ditempatkan agak di sudut. Pengunjung yang kapok nantinya tidak akan lagi memasuki Convention Hall yang dianggap tidak memberi kebebasan bergerak bagi mereka
Sampah
[Image: 1460451544399.jpg?resize=768%2C1024]numpuk dan tak diangkut.

Sampah selalu menjadi masalah di event-event besar di kota yang tingkat kesadaran masyarakatnya untuk membuang sampah pada tempatnya masih dibawah rata-rata. Di Samarinda hampir semua event besar selalui menemukan masalah ini. kalau memang pihak penyelenggara lebih serius menyikapi masalah ini, bisa disediakan tenaga pengangkut sampah yang lebih banyak dan lebih sering. pasalnya sampah akan selalu menjadi poin minus dari sebuah event, jadi sebetulnya layak kok keluar modal lebih banyak untuk memberantas sampah yang berceceran
Susah Air
Nah kritik akan masalah susah air mungkin lebih layak dialamatkan untuk pihak pengelola gedung yang tampaknya masih kurang siap dalam menangani infrastrukturnya. Convention Hall Samarinda memang baru saja selesai dibangun namun jika sudah berani menggelar acara besar seperti KF harusnya infrastruktur paling mendasar seperti ketersediaan air bersih sudah tidak lagi menjadi persoalan. Agak miris melihat keluhan para tenant yang mengaku sudah membayar mahal untuk sewa tempat namun kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang notabene mereka butuhkan untuk berjualan.

Old Branding
[Image: 20160409_165232.jpg?resize=1024%2C576]Salah satu tenant dinas yang terbaik dan tampil beda di Kaltm Fair 2016

Samarinda adalah salah satu dari banyak kota di Indonesia yang masih teramat berlebihan dalam memuja pejabat daerahnya. jadilah tampang pejabat tinggi di kota ini pun terpampang manis di sisi panggung besar nan megah yang tampaknya akan jauh lebih indah dan ber-estetika jika tidak diimbuhi wajah mereka. Bukannya kami membenci mereka, tapi rasanya kok gak koheren ya panggung yang murni soal hiburan, seni, dan kreatifitas harus diimbuhi dengan muatan poltis seberat itu? Branding di Kaltim Fair 2016 pun secara keseluruhan masih terasa kurang kreatif dan seperti masih inspired oleh branding birokrasi lama yang membosankan. bisa dilihat dari pameran para instansi yang sepertinya tidak mengalami perubahan setiap tahunnya (meskipun ada juga yangimprove banget dan tampil beda). Tidak ada salahnya jika ke depannya pihak penyelenggara bisa terinspirasi oleh branding yang lebih modern dan popular.
Nothing Special
Ada banyak hal menarik di Kaltim Fair, mulai dari band-band lokal, artis ibu kota, makanan-makanan unik, pameran wedding organizer, pameran History of Samarinda, sampai pameran dari berbagai instansi pemerintahan yang menunjukan eksistensi dan pencapaiannya. It’s all good… namun segala hal menarik itu gak cukup menjadikan event ini sebagai event spesial dimana semua warga masyarakat merasa harus datang. Harus ada unsur “giving back” dari pemerintah ke masyarakat. Harus ada “sense of belonging” dari masyarakat. Mari mengambil contoh dari Jakarta Fair yang dulunya dikenal sebagai Pekan Raya Jakarta. Jakarta Fair banyak memberikan bonus buat para pengunjung, door prizenya pun terbilang mewah, bukan hanya itu, para pengunjung juga berpotensi “menang banyak” karena ada sangat banyak diskon-diskon gede dari brand-brand besar yang gak bisa ditemukan di tempat dan acara lain. Di Kaltim Fair 2016 yang terjadi malah sebaliknya, bukannya dapat diskon, harga jual para tenant bisa jadi lebih mahal karena mereka mengincar balik modal dari harga sewa yang tinggi.
Sekali lagi, kami mengharapkan kritik ini menimbulkan diskusi bukannya caci-maki. Kami percaya pihak penyelengara mempunyai kepedulian yang sama tentang bagaimana mereka bisa improveacara tahunan kebanggaan kaltim ini di masa mendatang. bagi para pembaca yang menyimpan kritik lainnya silahkan sampaikan di kolom komen ya
Reply

Forum Jump: